
Siapa bilang kalau Gen-Z tidak membutuhkan yang namanya budget planning? Meskipun kebanyakan Gen-Z masih tinggal dengan orang tua atau masih mendapatkan uang bulanan dari orang tua, bukan berarti Anda harus foya-foya dan menghabiskan seluruh uang yang diberikan oleh orang tua sampai nantinya Anda mendapatkan lagi uang bulanan. Jika sejak muda sudah memiliki mindset seperti ini, maka di masa depan Anda juga tidak akan pernah sejahtera sama sekali.
Jangan Boros Sebagai Gen-Z Tapi Siapkan Budget Planning Untuk Masa Depan
Sejak dini, Gen-Z sebaiknya harus belajar budget planning dengan baik. Hal ini baik untuk masa depan Anda sehingga bisa mengatur keuangan di masa depan. Jangan tunggu sampai bekerja dan mendapatkan pemasukan sendiri baru Anda melakukan pengaturan keuangan. Anda juga tidak tahu sampai kapan orang tua Anda bisa memberikan uang bulanan kepada Anda. Jadi sejak awal Anda jangan pernah menghamburkan uang saja tanpa tahu cara mengaturnya. Inilah metode untuk mengatur keuangan Anda:
- Jangan jajan sembarangan dan simpan uang bulanan Anda
Kalau Anda masih sekolah, akan lebih baik tidak jajan sembarangan. Gen-Z seringkali jajan sembarangan di sekolah dan akhirnya mereka menghabiskan uang saku yang mereka miliki. Daripada Anda menghamburkan uang sembarangan untuk jajan yang tidak penting, akan lebih baik kalau membawa bekal dari rumah. Bagi Gen-Z yang bekerja di kantor juga sama. Daripada makan siang di luar dan jajan sembarangan setiap hari selama kurang lebih seminggu, akan lebih baik kalau membawa bekal karena lebih hemat dan uang bisa ditabung. Sejak dini Anda bisa menabung dengan melakukan hal kecil seperti ini.
- Jangan mengikuti gaya hidup dan tren terkini
Kelemahan Gen-Z adalah mereka selalu mengikuti tren terkini dan mereka seolah tidak mau ketinggalan. Kalau Gen-Z tidak memiliki suatu produk tertentu yang sedang tren sekarang, maka mereka seolah tidak keren dan ketinggalan jaman. Namun kalau Anda terus menerus mengikuti tren terbaru, maka modal akan terus keluar. Lama kelamaan, Anda justru tidak akan bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam sebulan. Padahal orang tua memberikan uang sebulan bukan untuk digunakan bersenang-senang melainkan untuk bisa belajar memenuhi semua kebutuhan penting yang berkaitan dengan kegiatan Anda. Gen-Z yang bekerja sekalipun juga jangan hanya terus menerus mengikuti tren karena hal ini akan membuat gaji Anda hanya sekedar numpang lewat saja.
- Mulai belajar investasi kecil-kecilan
Hal yang Gen-Z harus lakukan adalah mencoba untuk belajar investasi kecil-kecilan lebih dulu. Investasi itu tidak harus menunggu Anda memiliki modal yang besar saja. Investasi bisa dilakukan dengan berbagai jalan seperti contohnya tabungan emas atau reksadana. Anda tidak harus melakukan investasi saham atau properti yang membutuhkan banyak uang. Kalau Gen-Z yang sudah bekerja mungkin bisa melakukannya namun kalau mereka masih menjadi tanggungan orang tua, maka cukup sulit untuk langsung melakukan investasi yang mahal. Anda bisa mencari instrumen paling tepat dan menerapkannya dengan baik mengikuti metode yang terarah dan pastikan pula kalau dealer atau platform sangat legal dan terpercaya sehingga Anda tidak terkena investasi bodong.
Jangan lupa untuk menyisihkan uang jajan sedikit demi sedikit untuk dana darurat. Dana darurat ini sangat penting untuk dapat digunakan di waktu yang tidak terduga dan paling penting. Kalau Anda harus berobat apalagi di rumah sakit, maka Anda bisa menggunakan dana yang telah disiapkan ini tanpa harus mengganggu uang bulanan yang lainnya. Jadi Anda juga tetap mendapatkan keseimbangan finansial yang tepat. Sebagai Gen-Z Anda harus cerdas dan bisa bertahan tanpa harus mengikuti gelombang tren dan tetap siapkan budget planning untuk masa depan yang tenang.











Leave a Reply